√ Modus Penipuan Loker Tapi Diminta Uang, Kenali Ciri-cirinya Disini!

eye21 18 November 2022 0 Comments

Bagi yang saat ini sedang kesulitan mencari pekerjaan, ada baiknya untuk semakin waspada dan juga berhati-hati untuk bisa terhindar dari modus penipuan loker. Ya, belakangan ini ada banyak modus penipuan loker tapi diminta uang yang justru akan merugikan si pencari kerja itu sendiri.

Jadi, sebelum memberikan sejumlah uang yang diminta oleh perusahaan pemberi kerja, sebaiknya untuk mencari tahu terlebih dahulu informasi terkait agar tidak tertipu. Bukannya mendapat pekerjaan, justru yang ada hanya memberi kerugian finansial. Jadi, perhatikan dengan baik modusnya supaya tidak tertipu.

 Ciri-ciri Perusahaan Suka Modus Penipuan Loker Tapi Diminta Uang

1. Memberikan Deskripsi Pekerjaan Tidak Jelas Dengan Tawaran Gaji Tinggi

Lowongan kerja yang hanya menipu atau penuh modus biasanya akan menawarkan keuntungan yang besar dibandingkan menjelaskan apa job deskripsinya kepada si pelamar. Perusahaan modus tersebut biasanya akan memberikan gaji yang tinggi untuk menarik minat pelamar.

Tentu gaji besar adalah hal  yang paling menggiurkan bagi kebanyakan job hunter, hanya saja siapapun perlu berhati-hati dengan tawaran gaji yang besar. Jangan terlalu cepat untuk mengambil keputusan, apalagi jika job deskripsi dan posisi yang diberikan juga tidak jelas.

Ada baiknya untuk mencari seperti apa posisi pekerjaan dan job deskripsinya kemudian cari informasi gaji terkait dengan posisi tersebut. Apakah wajar atau tidak jika pekerjaan tersebut dibayar dengan gaji yang begitu besar.

2. Langsung Meminta Data Pribadi

Apabila perusahaan tertarik untuk merekrut seorang kandidat, mereka pasti akan menghubungi mereka resmi. Baik itu menggunakan email maupun nomor telepon perusahaan, perusahaan pasti akan menghubungi untuk proses wawancara rekrutmen.

Baca Juga  Pengertian Jasa Surveillance Monitoring, Wajib Kamu Ketahui!

Nantinya, calon pelamar akan menjadwalkan kapan waktu yang tepat untuk wawancara dan di situ biasanya HRD perusahaan akan meminta pelamar membawa data pribadi yang dibutuhkan seperti lampiran KTP, CV, surat lamaran, foto dan sebagainya.

Nah, jika ada perusahaan yang langsung meminta seluruh data pribadi, maka pelamar harus waspada.  Apalagi jika syaratnya tersebut juga harus melampirkan foto KTP. Sudah jelas itu adalah modus penipuan loker tapi diminta uang.

3. Identitas Perusahaannya Sangat Tidak Jelas

Para job hunter seringkali merasa terbuai dengan iklan yang mendeskripsikan keuntungan yang didapatkan dari pekerjaan tanpa mempertimbangkan profil dari perusahaan yang memberikan kerja. Padahal, pelamar harus  memperhatikan bagaimana profil dari perusahaan tersebut.

Apalagi di masa yang semuanya bisa dengan mudah diakses dengan internet, menelusuri nama sebuah perusahaan jauh lebih mudah. Dengan menelusuri profil perusahaan, maka orang akan terhindar dari penipuan.

Nah, salah satu ciri dari modus loker yang dilakukan oleh perusahaan abal-abal adalah ketika identitas perusahaannya sendiri tidak jelas.  Jika ingin terhindar dari perusahaan yang demikian, maka bisa cek dahulu situs resminya.

Kemudian lihat juga email yang digunakan, apakah domainnya menggunakan gratisan seperti gmail, yahoo atau Hotmail.   

4. Meminta Sejumlah Uang

Jika merujuk pada pasal 35 UU no. 13 yang dikeluarkan tahun 2003 perusahaan manapun wajib untuk melindungi orang-orang yang mencari kerja sejak awal rekrutmen hingga penempatan.

Maka, apabila ada perusahaan yang membebankan material di awal, jelas itu adalah modus. Namanya tujuan mencari kerja adalah  untuk mendapatkan uang, bukan justru mengeluarkan sejumlah uang.

 Jika ada perusahaan yang meminta pelamar  mentransfer sejumlah uang untuk mengamankan posisi yang dilamar, maka harus segera hindari.

Baca Juga  Pasangan Berselingkuh Kerap Saja Terjadi

Kenali dengan baik modus penipuan loker tapi diminta uang di atas supaya terhindar dari yang namanya kerugian. Ingat, perusahaan yang benar dan resmi tidak akan meminta uang kepada para pelamarnya. Tujuan orang mencari kerja adalah mendapatkan uang, bukan kehilangan sejumlah uang.

You cannot copy content of this page

Call Detective