
√ Apa Itu Detektif : Pengertian dan Tugas Detektif (Lengkap!)
Profesi detektif lebih dikenal orang lewat film maupun novel. Tokoh fiktif yang memerankan detektif adalah sosok cerdas dan teliti yang sanggup memecahkan kasus sulit sekalipun. Agar lebih mengenal detektif, ulasan berikut penting untuk diperhatikan:
Daftar Isi
Apa Itu Detektif?
Dalam KBBI, pengertian detektif yaitu reserse atau polisi rahasia. Disebut seperti itu karena merujuk pada petugas kepolisian yang menjalankan tugas khusus untuk menguak kasus kriminal tertentu.
Detektif juga dapat diartikan sebagai individu maupun lembaga yang menyelidiki kebenaran dari tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum tertentu. Sebab, kebenaran dari suatu kejahatan kerap dimanipulasi oleh para pelaku yang begitu licin demi terbebas dari hukuman.
Seorang detektif merupakan pihak yang melakukan penyelidikan secara mendalam berdasarkan bukti-bukti hingga menghasilkan kesimpulan yang sanggup dipertanggungjawabkan. Metode yang diterapkan bisa beragam dan dipilih sesuai dengan jenis tindak kriminal yang sedang diselidiki.
Umumnya, detektif tergabung dalam lembaga penegak hukum yakni kepolisian. Detektif yang merujuk pada perseorangan biasa disebut dengan detektif swasta. Mereka bekerja secara pribadi tanpa terikat dengan lembaga hukum manapun.
Tugas yang Dilakukan oleh Detektif
Perlu diingat bahwa tugas detektif hanya berpusat pada pencarian fakta yang menjadi penyebab terjadinya suatu tindak kejahatan. Seorang detektif tidak melakukan penegakan hukum. Setelah kriminalitas terungkap dan oknum tertangkap, maka pihak polisi akan mengambil alih.
Agar lebih jelas, berikut gambaran beberapa tugas seorang detektif yang paling menonjol:
Melakukan Analisa Awal di TKP
Ketika kejahatan misalnya pembunuhan, pencurian atau penculikan terjadi, maka detektif memiliki tugas untuk mendatangi TKP secara langsung. Tujuannya untuk mengamati dan memeriksa kondisi di sekitar TKP, sehingga bisa mendapatkan dugaan awal mengenai kasus tersebut.
Apabila kasusnya adalah pembunuhan, maka detektif dapat dengan leluasa memeriksa tubuh korban. Sebab, pasti ada petunjuk yang dapat digunakan sebagai bekal penyelidikan.
Mengumpulkan Bukti-Bukti
Seorang detektif juga harus pandai menemukan bukti-bukti yang relevan dengan kasus yang ditangani. Bukti tersebut bisa didapat dari manapun asalkan mampu memperkuat analisis.
Tugas pengumpulan bukti sangat vital bagi seorang detektif. Butuh kejelian yang tinggi untuk dapat memperhatikan tanda yang kecil sekalipun.
Menerapkan Metode untuk Mengorek Fakta Lebih Banyak
Selanjutnya, tugas yang diemban detektif yaitu menerapkan metode untuk memuluskan penyidikan kasus kriminal. Dengan menggunakan metode khusus, detektif dapat memperoleh lebih banyak informasi relevan yang beberapa di antaranya sulit didapat dengan cara biasa.
Misalnya, metode interogasi yang mengharuskan seorang detektif untuk menanyai satu per satu pihak yang diduga terlibat dalam sebuah kasus. Bukan interogasi biasa, detektif juga diam-diam memperhatikan gerak-gerik setiap orang yang diwawancarai dari segi ilmu psikologis.
Menghubungkan Segala Informasi yang Sudah Didapat
Tidak berhenti sampai di situ, seorang detektif harus mampu menghubungkan antara satu bukti dengan bukti lain yang sudah didapat. Kemampuan analisis yang tajam sangat dibutuhkan dalam hal ini sehingga kesimpulan yang didapat adalah kebenaran yang sejati.
Menguraikan Kebenaran dari Kasus yang Ditangani
Tugas detektif selanjutnya adalah menguak identitas pelaku dan menjelaskan motif dari kejahatan yang telah diperbuat. Dengan kata lain, detektiflah yang menjelaskan cerita sebelum kejadian hingga bagaimana kejadian tersebut dilakukan.
Kemampuan yang Digunakan Detektif untuk Mengungkap Kasus
Seorang detektif wajib memiliki kecakapan agar mampu mengungkap kasus yang bahkan sangat sulit dipecahkan. Adapun kemampuan detektif yang penting untuk dikuasai meliputi:
- Kemampuan daya ingat yang bagus walaupun hanya melihat sesuatu dalam waktu sekejap;
- Kemampuan memunculkan kembali ingatan yang tersimpan dalam otak sehingga analisis dapat dilakukan lebih cepat;
- Kemampuan pengamatan yang tinggi sehingga mampu melihat segala hal secara mendetail;
- Kemampuan melakukan negosiasi sekaligus interogasi demi mendapatkan informasi yang penting dan rahasia;
- Kemampuan analisis demi menguji kebenaran dalam sebuah kasus;
- Kemampuan penyamaran yang baik sehingga mudah membaur atau mengurangi hawa keberadaan demi memperoleh informasi yang susah didapat dengan cara biasa;
- Kemampuan pelacakan jejak.
Sudah jelas bahwa detektif adalah pihak yang mampu mengungkap kasus kejahatan dengan metode yang terencana dan sistematis. Dalam dunia nyata, detektif umumnya merujuk pada petugas kepolisian khusus atau reserse. Namun, eksistensi detektif swasta juga kerap ditemukan.



