Ciri Karyawan Teladan Yang Baik Untuk Perusahaan

Setiap perusahaan pasti mendambakan memiliki karyawan yang teladan dan disiplin. Namun berbicara tentang keteladanan karyawan pasti tidak akan pernah lepas dari kinerja, maka sudah pasti setiap pimpinan perusahaan akan selalu melakukan penilaian terhadap kinerja para karyawannya. Ada beberapa ciri karyawan teladan yang baik untuk perusahaan diantaranya :

1. Jujur

Mungkin dalam bekerja dimanapun dan menempati posisi apapun sikap yang paling utama harus jujur terhadap pekerjaanya. Karena orang jujur pasti banyak di sukai oleh orang lain dan selalu mendapatkan kepercayaan yang lebih terhadap pekerjaanya.

2. Sopan

Bersikap sopan kepada rekan kerja maupun pimpinan dan selalu beretika dalam bekerja merupakan salah satu ciri karyawan yang baik. Karena seorang karyawan yang bersikap seperti ini akan dihargai oleh pimpinan maupun rekan kerja dan memiliki nilai tambah. Karyawan yang baik juga selalu mengikuti kebijakan tempat dia bekerja dan selalu mentaati aturan-aturan tempat kerjanya.

3. Disiplin

Setiap pimpinan atau atasan selalu menyukai karyawan yang disiplin baik itu dalam melakukan pekerjaan maupun dalam ketepatan waktu. Misalnya datang tepat waktu, istirahat sesuai aturan, tidak menunda pekerjaan dan tidak meninggalkan pekerjaan saat jam kerja berlangsung, karyawan yang seperti itu selalu di sukai pimpinan karena menunjukan bahwa dia disiplin dalam bekerja dan pimpinanpun akan selalu menghargainya.

4. Komunikasi Yang Baik

Karyawan yang memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik umumnya selalu di sukai oleh pimpinan dalam bekerja, baik itu dari cara berkomunikasi secara lisan maupun tulisan. Karena jika cara berkomunikasi kurang baik dapat menyebabkan munculnya permasalahan dalam bekerja.

5. Kerja Keras

Salah satu ciri karyawan yang baik adalah selalu bekerja keras, karena cukup sulit untuk mendapatkan karyawan pekerja keras oleh suatu perusahaan. Banyak sekali karyawan yang mengatakan bahwa dirinya adalah seorang pekerja keras padahal kenyataanya tidak. Karena itu kerja keras sangat penting dalam bekerja terutama sebagai seorang karyawan.

6. Mampu Bekerja Dengan Tim

Dapat bekerja dengan tim merupakan ciri karyawan yang baik, karena setiap perusahaan selalu membutuhkan suatu tim untuk memecahkan suatu permasalahaan. Maka sering sekali dibutuhkan karyawan yang dapat bekerja dengan baik dalam sebuah tim.

7. Mudah Beradaptasi

Ciri karyawan yang baik mengetahui bagaimana caranya beradaptasi secara cepat dengan lingkungan kerja maupun pekerjaanya yang baru. Menerima untuk mempelajari hal-hal yang baru dan selalu memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaanya merupakan ciri karyawan yang di sukai dan diperlukan oleh setiap perusahaan atau lembaga.

Read More
eye21 29 January 2021 0 Comments

7 Ciri Karyawan Toxic Yang Memperlambat Perusahaan

Memiliki karyawan yang kompeten dan berperilaku baik tentu menjadi idaman setiap perusahaan. Hanya saja, disetiap perusahaan ada saja karyawan yang sulit diatur dan menyebalkan. Sebagai pimpinan, kamu tentu tidak dapat memberikan toleransi berulang kali terhadap karyawan yang sering bermasalah. Membiarkan karyawan terus-menerus berulah akan membawa pengaruh negatif dalam lingkungan kerja. Tegaslah terhadap karyawan yang buruk dalam bekerja dan bersikap.

Nah untuk mengetahuinya, berikut aciri karyawan toxic yang memperlambat perusahaan.

1. Karyawan Yang Sering Berpikiran Negatif Pada Siapapun

Sebagai manusia biasa, setiap orang pasti pernah menghakimi atau tidak suka dengan orang lain. Namun, ada orang yang suka berpikiran negatif pada siapapun. Karyawan seperti ini biasanya tidak suka melihat orang lain senang. Hal ini tidak baik bagi keharmonisan hubungan sosial di lingkungan perusahaan.

2. Karyawan Yang Suka Menyalahkan Orang Lain

Karyawan ini sukanya dibela dan merasa paling benar. Ada saja alasan untuk menjatuhkan orang lain. Dia ingin terlihat baik dengan membuka keburukan orang lain. Bahkan dia tidak segan untuk melindungi diri sekalipun dirinya yang melakukan kesalahan.

3. Karyawan Yang Suka Menggosipkan Orang Lain

Jangan percaya dengan karyawan yang suka membicarakan orang lain di belakang. Jika ada karyawan yang suka mengadu kesalahan orang lain, karyawan tersebut bukanlah orang yang bisa diandalkan. Karena di belakang kamupun, dia tidak segan menggosipkan kamu.

4. Karyawan Yang Bohong Berulang Kali

Sekali berbohong, orang akan terus berbohong. Kamu pasti tidak mungkin dapat mempercayai karyawan yang suka berbohong. Jika tidak waspada, bisa jadi nantinya kamu akan diperdaya olehnya. Maka jangan mau terus menjalin kerja sama dengan pembohong, karena berbisnis itu membutuhkan kejujuran.

5. Karyawan Yang Paling Sok Tahu

Karyawan ini suka mengomentari berbagai hal dengan alasan yang terdengar “jenius” . Padahal, komentarnya tidak masuk akal dan menyesatkan. Namun, dia tidak mau menerima pandangan orang lain dan merasa paling jago. Sedangkan hasil kerjanya tidak sebagus karyawan lainnya.

6. Karyawan Yang Sering Melanggar Peraturan

Setiap perusahaan memiliki aturan yang wajib dipatuhi. Jangan biarkan ada karyawan yang mengabaikan peraturan. Jika ada yang berulang kali melanggar peraturan, kamu tentu harus memberikan sanksi yang tegas. Bahkan jika sudah keterlaluan, langsung saja ambil sikap untuk memecatnya.

7. Karyawan Yang Ketahuan Mencuri

Tidak ada alasan untuk mempertahankan pencuri. Pastikan lingkungan kerja kamu aman dari karyawan yang berniat mencuri barang perusahaan maupun rekan kerja. Jika ada yang diam-diam mengambil barang yang bukan haknya, segera ambil tindakan. Bahkan kamu bisa menempuh jalur hukum jika kasus pencurian tidak dapat diselesaikan secara kekeluargaan.

Read More
eye21 28 January 2021 0 Comments

Wajib Tahu! Kenapa Pre-Employment Screening Penting

Sejatinya karyawan adal asset perusahaan yang paling penting agar usaha dapat berjalan dengan lancar. Namun disuatu sisi, mayoritas manajemen perusahaan tidak mengenali karyawan secara detail, rata-rata hanya mengetahui sebatas informasi umum saja seperti tanggal lahir, keluarga, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan sebagainya seperti yang tercantum pada curiculum vitae pada saat melamar kerja.

Kendala sebenarnya adalah perusahaan tidak mengetahui integritas, kinerja, kecerdasan emosional dan risiko bisnis dari karyawan mereka. Akibatnya jika perusahaaan mengabaikan proses Know Your Employee (KYE) karena terlalu fokus dengan business set up and profit, maka bisa saja perusahaan merekrut karyawan yang tidak tepat. Cepat atau lambat, mereka akan berkontribusi (besar atau kecil) terhadap keberlangsungan perusahaan karena ada risiko yang tidak diminimalisir dari awal proses perekrutan.

Itulah sebabnya, sering kita baca berita seorang senior manager di suatu perusahaan melakukan tindak kecurangan atau penggelapan asset perusahaan, seorang karyawan yang melakukan intimidasiterhadap rekan kerjanya, seorang karyawan dilaporkan atas pelanggaran UU ITE karena memposting berita berbau SARA dan sebagainya.

Maka dari itu Pre-Employment Screening menjadi sangat penting peranannya. Pre-Employment Screening adalah proses yang memungkinkan perusahaan untuk memverifikasi informasi seperti latar belakang pendidikan, riwayat pekerjaan, kinerja dan reputasi sebelumnya, serta memvalidasi dokumen-dokumen yang disediakan oleh (calon) karyawan seperti ijazah, sertifikat professional, kartu identitas dan sebagainya. Pre-Employment Screening mampu mengungkapkan informasi penting tentang perilaku, reputasi dan integritas dari (calon) karyawan sehingga perusahaan atau pemberi kerja dapat menilai potensi risiko yang dibawa oleh kandidat seperti penyalahgunaan obat-obatan terlarang, historis kebangkrutan, sejarah kriminal, masalah hukum baik pidana ataupun perdata, perilaku di sosial media dan sebagainya.

Jatuh dan bangunnya perusahaan memang tidak terlepas dari peran dan kontribusi dari karyawan. Proses perekrutan yang baik akan menjaring karyawan yang baik pula. Lingkungan kerja yang baik, positif dan memiliki ketaatan terhadap peraturan (regulatory compliance) pun turut berkontribusi terhadap kinerja karyawan sehingga mampu karyawan mampu berkontribusi secara efektif dan efisien. Jadi, ketika memang karyawan merupakan intangible asset perusahaan, akan lebih baik jika kita tahu siapa sesungguhnya karyawan yang bekerja dengan kita.

Read More
eye21 27 January 2021 0 Comments

Kurangnya Perhatian Orang Tua Membuat Anak Terjerumus Pergaulan Bebas

Pergaulan bebas menjadi suatu gejala sosial yang perlu diwaspadai masyarakat. Terutama bagi setiap orang tua, perlu memberikan pendidikan dan pengajaran yang baik kepada anak agar tidak terjerumus dalam masalah pergaulan bebas. Bukan hanya itu, orang tua juga perlu menjadi sosok teman bagi anak agar anak dapat terbuka mengenai berbagai masalah yang dihadapinya.

Jika peranan tersebut tidak dapat dijalankan oleh orang tua, maka anak tidak mempunyai tempat terbaik untuk menyelesaikan setiap masalahnya. Akibatnya, anak akan mencari orang lain yang dapat mengisi peranan tersebut. Hal inilah yang dapat menjerumuskan anak pada pergaulan yang salah dan tidak sehat.

Dengan begitu, dapat dikatakan kurangnya perhatian dan peranan orang tua menjadi salah satu penyebab pergaulan bebas pada remaja. Bukan hanya itu, terdapat beberapa penyebab pergaulan bebas lainnya yang perlu diketahui. Mulai dari tingkat pendidikan rendah, kondisi keluarga tidak harmonis, kondisi lingkungan dan perekonomian keluarga yang kurang baik, hingga penyalahgunaan internet.

Dengan mengetahui beberapa penyebab pergaulan bebas ini, bisa menjadi bekal pemahaman setiap orang tua untuk melakukan upaya pencegahan dengan baik. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui beberapa ciri-ciri pergaulan bebas pada remaja untuk mendeteksi kecenderungan sikap dan perilaku anak.

Terjadinya pergaulan bebas pada remaja dipengaruhi oleh berbagai macam faktor. Mulai dari keadaan mental yang tidak stabil, perasaan kecewa sehingga membutuhkan pelampiasan, kondisi keluarga, serta ketidakmampuan remaja dalam memahami dan menerapkan norma sosial yang berlaku.

Setelah memahami arti pergaulan bebas, berikutnya Anda perlu mengetahui ciri-ciri pergaulan bebas yang dapat terjadi pada anak remaja. Beberapa ciri-ciri pergaulan bebas berikut menjadi contoh nyata sikap dan perilaku anak yang menyimpang dari norma sosial di masyarakat. Berikutciri-ciri pergaulan bebas yang terjadi pada remaja:

  • Sering memberontak dan melawan orang tua
  • Membolos sekolah
  • Ikut dalam geng merusak seperti tawuran
  • Mencuri
  • Merokok
  • Mengonsumsi alkohol
  • Menonton konten atau video pornografi
  • Melakukan seks di luar nikah

Beberapa contoh perilaku tersebut merupakan ciri-ciri pergaulan bebas pada remaja yang sering terjadi. Dalam hal ini, orang tua perlu meningkatkan kepekaan terhadap perubahan sikap dan perilaku yang ditunjukkan anak sehari-hari. Orang tua juga perlu melakukan pendekatan yang baik untuk mengajak anak lebih terbuka. Dengan begitu, masalah yang terjadi atau dialami anak dapat lebih mudah diselesaikan.

Read More
eye21 26 January 2021 0 Comments

Wajib Dicatat! Orang Tua Perlu Menjadi Detektif Bagi Anak

Mayoritas anak remaja belum mampu mengekspresikan tentang apa yang mereka rasakan dan apa yang sedang mereka pikirkan. Ini disebabkan karena keterbatasan ungkapan yang mereka miliki. Oleh karena itu, peranan orang tua menjadi sangat penting untuk menafsirkan perilaku dari anak mereka.

Namun tak semudah yang dibanyangkan. Kebanyakan orang tua merasa mampu menafsirkan dengan tepat tentang perilaku anaknya, padahal mereka salah karena kurangnya perhatian mereka terhadap anak. Orang tua haruslah berhati-hati menafsirkan perilaku anak mereka, jika salah menafsirkan akan menjadi kesalahan yang cukup fatal.

Maka dari itu, orang tua perlu bertindak sebagai detektif bagi anak untuk menafsirkan perilaku mereka, sehingga akan mendapatkan makna yang tepat. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi perilaku anak salah satunya adalah anak mendapatkan tekanan yang berlebih dan ketergantungan terhadap media sosial. Wajib diketahui oleh para orang tua bahwa stress yang terjadi pada anak dapat mempengaruhi neuron dalam otak. Namun bukan berarti anak perlu dimanja, karena dimanja berlebih juga tidak baik yang dapat mengakibatkan anak jadi cepat temperamen bila tidak dituruti. Mereka perlu diajari perihal tentang tanggung jawab, tidak hanya sekadar dimanja.

Read More
eye21 25 January 2021 0 Comments

Mengungkap Pembohong Di Lingkungan Perusahaan

Mengungkap pembohong di lingkungan perusahaan menjadi semakin penting, karena setiap perusahaan pasti tidak ingin memiliki karyawan yang suka berbohong. Setiap perusahaan pasti khawatir akan penipuan, peretasan komputer, dan karyawan unggulan membawa rahasia perusahaan ke pekerjaan barunya dan banyak hal lainnya.

Beberapa karyawan pasti pernah melakukan kebohongan kecil untuk menghindari konsekuensi yang tidak menyenangkan. Seperti dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menjawab “saya baik-baik saja” ketika ditanya “apakabar?” untuk menghindari pembicaraan yang tidak menyenangkan tentang hari yang buruk yang mereka alami.

Faktanya bahwa orang hanya bisa menentukan secara akurat apakah seseorang berbohong atau tidak sebesar 54% dalam satu waktu. Karena setiap orang berbohong dengan cara yang berbeda. Seseorang dapat memprediksinya dengan melihat perilaku tertentu. Kebanyakan orang percaya pembohong menghindari pandangan mata atau mengubah pandangan dengan cepat ke kiri atau kanan ketika mereka tidak jujur, tapi tidak ada bukti hal itu benar.

Para pembohong sering tidak punya masalah untuk melihat mata lawan bicaranya, karena mereka tahu jika mereka melihat ke arah lain, orang-orang akan kurang mempercayai mereka. Jadi orang sebaiknya memberi perhatian pada ekspresi wajah karena perasaan tidak bisa dibohongi. Ketika orang mengarang sesuatu, mereka sering mencoba untuk meniru emosi, tapi otot di wajah kita tidak akan bereaksi kecuali emosi tersebut nyata.

Senyuman sebagai contohnya, senyuman akan mengaktifkan otot yang menciptakan kerutan di sekitar mata. Dengan senyuman palsu, kita akan menggerakkan mulut ke atas, tetapi otot mata tidak akan bergerak. Tidak mudah untuk dilihat, tetapi juga tidak mustahil. Senyuman palsu akan terlihat tidak sempurna dan tidak jujur.

Berbohong juga membutuhkan usaha mental yang besar. Dibutuhkan cerita yang masuk akal tanpa memberikan terlalu banyak rincian, tetapi juga tidak melupakan terlalu banyak. Pembohong cenderung memberikan lebih sedikit informasi ketimbang seorang yang jujur dan mereka sering ragu atau berhenti terutama jika belum melatih kebohongannya lebih dulu, dia menjelaskan.

Kita juga bisa mengetahui seseorang berbohong dengan melihat reaksi mereka terhadap pertanyaan. Pertama, petunjuk nonverbal sangat penting. Orang yang membuat gerak tubuh berlebihan, seperti meletakkan tangan di muka atau berdehem cenderung berbohong.

Tanda lain yaitu ketika seseorang menghindar untuk menjawab pertanyaan. Membuat pernyataan yang membujuk -mengatakan hal-hal yang meyakinkan untuk memberi kesan semuanya baik-baik saja -juga merupakan sebuah pertanda. Bersikap agresif atau menyerang seseorang juga merupakan indikasi kebohongan. Kemudian ada manipulasi, ketika orang berusaha mengendalikan situasi dengan cara mengulang pertanyaan dan memberikan pernyataan yang tidak menjawab, seperti “itu pertanyaan yang bagus”.

Kita memang butuh melihat setidaknya dua dari perilaku tersebut sebelum bisa menyimpulkan seseorang tidak bisa dipercaya. Ketika melihat seseorang merespon dengan lebih dari satu perilaku seperti di atas, maka bisa dipastikan orang tersebut tidak berkata jujur.

Read More
eye21 22 January 2021 0 Comments

Tips Melindungi Anak Dari Pergaulan Bebas

Orangtua adalah barisan pertahanan pertama yang bertanggung jawab untuk melindungi anak. Jika orang tua salah dalam mendidik anak, bukan tidak mungkin anak akan ikut terseret arus pergaulan bebas yang semakin mengkhawatirkan. Nah untuk mengantisipasi hal tersebut, berikut ini tips melindungi anak dari pergaulan bebas.

1. Ajak Diskusi

Tak dapat dipungkiri jika masa remaja adalah masa paling sibuknya anak. Namun ketika anak dan Anda sama-sama punya waktu luang, manfaatkanlah untuk saling bertanya kabar dan bertukar cerita.

Anda bisa memancing obrolan dari topik yang paling sederhana. Misalnya, menanyakan apa saja aktivitas anak di sekolah dan bagaimana anak Anda biasanya bergaul dengan teman-temannya. Setelah itu, barulah Anda giring obrolan ke topik utama. Jelaskan pada anak apa itu pergaulan bebas secara umum, apa saja hal-hal yang masuk ke dalam tindakan tersebut, dan apa bahayanya bagi anak Anda juga orang-orang di sekitarnya.

Jelaskan secara perlahan dengan bahasa yang mudah dimengerti anak. Persilakan anak untuk bertanya tentang hal apa saja yang sekiranya masih membuat mereka bingung. Jangan sungkan untuk mengatakan ‘tidak tahu’ jika Anda memang belum mengetahui jawaban dari pertanyaannya.

2. Berikan Pendidikan Seksual

Anak remaja punya rasa penasaran yang tinggi tentang seks dan seksualitas. Ini adalah bagian alami dari proses tumbuh kembangnya. Namun, rasa penasaran yang tidak didampingi oleh pengetahuan mumpuni dapat menuntun anak memuaskan rasa ingin tahunya lewat saluran lain yang umumnya tidak tepat dan bisa jadi berbahaya. Misalnya dari internet, film porno, mitos-mitos, serta tekanan teman sebaya.

Di sinilah peran Anda sebagai orangtua sangat diperlukan. Pergaulan bebas sangat erat dengan aktivitas seks yang tidak aman dan berisiko. Maka, mulailah mengenalkan pendidikan seksual kepada anak sejak dini meski obrolan seputar seks mungkin masih tergolong tabu untuk dibicarakan terang-terangan.

Pendidikan seksual bukan hanyalah mengenai hubungan seks semata. Anda dapat mulai dengan menjelaskan misalnya mengenai perbedaan tubuh laki-laki dan perempuan secara umum, perubahan tubuh ketika puber, bagaimana kehamilan terjadi, risiko hamil di usia remaja, serta area-area tubuh yang tidak boleh disentuh orang asing. Ajarkan pula anak untuk berani menolak atau melarikan diri ketika ada orang asing yang menyentuh area-area tersebut.

Ya. Pendidikan seksual bukan hanya menjaga anak remaja dari pergaulan bebas akibat ingin “coba-coba” karena penasaran. Pendidikan seksual dini juga dapat melindungi anak Anda dari bahaya pelecehan seksual oleh orang-orang sekitar.

Singkirkan semua kecanggungan yang mungkin Anda rasakan ketika akan menyampaikan hal ini pada anak. Ingatlah bahwa kesehatan, keamanan, dan kesejahteraan anak jauh lebih penting daripada kerisian sementara.

Pastikan Anda tidak menjelaskan secara berbelit-belit karena anak Anda bisa salah tangkap atau justru kehilangan minat terhadap topik yang dibicarakan. Buatlah diskusi ringan ini dalam beberapa kesempatan. Dengan begitu, anak jadi punya waktu untuk menyerap dan mengingat informasi yang didapat.

3. Terapkan Aturan Di Rumah

Menerapkan aturan tegas di rumah merupakan cara jitu yang bisa dilakukan orangtua untuk menghindari pergaulan bebas pada remaja. Beberapa aturan yang perlu ditegakkan misalnya soal jam pulang malam.

Sampaikan pada setiap anak, baik itu laki-laki maupun perempuan, tidak boleh pulang larut malam. Mintalah anak-anak untuk sampai di rumah setidaknya pada pukul 8 malam. Kecuali jika memang ada urusan lain dengan alasan yang kuat.

Selain itu, buatlah larangan untuk tidak mengajak teman-teman lawan jenisnya bermain di area kamar anak Anda.
4. Kenali Siapa Saja Temannya

Dalam banyak kasus, perilaku anak remaja tercermin dari lingkungan perteman mereka sehari-hari. Ya, kasus penyalahgunaan narkoba, minuman keras, bahkan seks bebas bisa dipicu jika anak-anak Anda bermain dan berkumpul di lingkungan yang mendukung hal-hal tersebut.

Nah, maka dari itu, pastikan Anda mengenali semua teman-teman anak Anda dengan baik. Bila perlu, mintalah anak Anda untuk mengajak teman-temannya ke rumah dan berkenalan dengan Anda.

Mengetahui lingkaran perteman anak juga memungkinkan Anda untuk mengenal orangtua anak-anak lain. Alhasil, Anda juga bisa bertukar pikiran dan informasi tentang tips mendidik anak dengan orangtua lainnya.
5. Awasi Aktivitas Anak

Usahakan Anda selalu memantau dan mengawasi semua kegiatan yang anak-anak lakukan. Anda bisa meminta anak Anda mengabari setiap kali mereka akan beraktivitas atau pergi ke suatu tempat. Pastikan juga Anda mengetahui kapan mereka akan pulang.

Anda bisa berkirim pesan singkat, menelepon, atau melakukan panggilan video dengan anak Anda guna memastikan kabar dan keberadaannya. Berikan pemahaman pada anak bahwa apa yang Anda lakukan ini bukan sebagai bentuk kekangan, tapi pengawasan.

Pada dasarnya, setiap orangtua punya caranya masing-masing untuk mengawasi anak-anaknya. Apa pun caranya, pastikan bahwa anak Anda tidak merasa keberatan atau bahkan tertekan dengan hal tersebut. Sepakati apa yang paling baik untuk anak dan juga diri Anda sebagai orangtua.

6. Dukung Hobi Anak Yang Positif

Masa remaja adalah masa anak sedang aktif-aktifnya mencoba berbagai kegiatan. Apa pun kegiatan yang dipilih anak selama tergolong positif, dukunglah. Jika anak Anda sedang gemar-gemarnya bermain sepak bola, Anda bisa mengikutsertakannya dalam klub sepak bola. Begitu pula jika anak Anda suka melukis atau menggambar, Anda bisa membelikan seperangkat alat gambar untuknya.

Intinya, alihkan perhatian anak dari pergaulan bebas melalui berbagai aktivitas positif yang ia sukai.

Read More
eye21 21 January 2021 0 Comments

Kisah “Detektif” Melacak Kasus Virus Corona

Tidak hanya kasus perselingkuhan saja, namun kasus virus corona juga menjadi sorotan di beberapa negara. Bahkan dibentuk sebuah tim khusus untuk melacak kasus tersebut. Mereka bagaikan seorang detektif melacak kasus virus corona yang menyebar begitu cepat.

Conceicao Edwin Philip adalah salah satu dari tiga pelacak kontak di Singapore General Hospital yang merupakan salah satu rumah sakit pemerintah yang menjadi rujukan untuk merawat pasien virus corona. Timnya adalah orang pertama yang berbicara dengan pasien ketika mereka datang ke rumah sakit, untuk mencari tahu dengan siapa mereka telah berhubungan dan di mana mereka berada.

“Setelah kami mendapatkan hasil dari laboratorium [dari kasus positif] kami harus meninggalkan semua pekerjaan dan bekerja sepanjang malam sampai sekitar jam 3 pagi. Keesokan harinya, kami mulai bekerja lagi,” katanya.

Mereka menyerahkan informasi penting itu kepada staf di Departemen Kesehatan yang melanjutkan prosesnya.

“Tanpa potongan pertama informasi ini, tidak ada yang bisa dihubungkan. Ini seperti teka-teki, Anda harus menyatukan semuanya,” katanya.

Zubaidah Said memimpin salah satu tim Kementerian Kesehatan yang ditugaskan untuk pekerjaan berikutnya. Sering kali timnya menghadapi tantangan untuk mengumpulkan informasi – beberapa pasien terlalu sakit untuk menjawab, misalnya, dan itu membuat pekerjaan mereka jauh lebih sulit.

“Sejauh mungkin untuk kasus-kasus seperti itu, kami akan mencoba untuk mendapatkan informasi kedua, tetapi sekali lagi itu sulit,” katanya.

Di situlah tim selanjutnya bekerja, karena Singapura juga memiliki keuntungan dengan melibatkan unit investigasi kriminal polisi dalam kasus ini.

“Polisi dan kementerian mengadakan telekonferensi setiap hari untuk bertukar informasi,” kata asisten komisaris senior (SAC) polisi Lian Ghim Hua, dari Departemen Investigasi Kriminal kepada BBC melalui email.

“Rata-rata 30 hingga 50 petugas bekerja untuk melacak kontak pada satu periode dan jumlahnya pernah meningkat hingga lebih dari 100 petugas.”

Pelacakan kontak menjadi prioritas kepolisian – sesuatu yang dimungkinkan karena tingkat kejahatan di Singapura yang rendah.

Kadang-kadang petugas juga mendapat bantuan dari departemen investigasi kriminal, biro narkotika, dan dinas intelijen polisi.

Mereka menggunakan rekaman CCTV, visualisasi data dan investigasi untuk membantu mereka melacak kontak yang identitasnya tidak diketahui, misalnya penumpang taksi yang tidak melakukan pemesanan aplikasi, atau membayar dengan uang tunai.

Bukti efektivitas langkah ini terlihat dari kasus Julie. Ia pergi ke rumah sakit dengan keluhan pusing dan demam pada awal Februari. Kurang dari satu jam dari saat para dokter menyatakan dia terinfeksi virus itu, sistem itu langsung berjalan.

“Saya sedang terbaring di ranjang rumah sakit ketika saya ditelpon,” kata Julie. Yang terjadi selanjutnya adalah sejumlah pertanyaan cermat tentang semua yang telah dilakukan Julie dan semua orang yang dia temui selama tujuh hari terakhir.

“Mereka ingin tahu saya bertemu dengan siapa, apa yang saya lakukan, siapa nama mereka dan nomor kontak mereka.

Pihak berwenang mencari kontak dekat, biasanya seseorang yang menghabiskan lebih dari 30 menit dengan orang yang terinfeksi, dalam jarak 2m.

“Mereka tidak tertarik untuk mengetahui orang-orang yang berpapasan dengan saya, walaupun itu orang yang saya kenal. Mereka mencari orang-orang yang menghabiskan beberapa waktu denganku.”

Julie berbicara dengan pelacak kontak selama hampir tiga jam. Di akhir panggilan telepon itu, dia telah mengidentifikasi 50 orang. Semua dihubungi oleh Kementerian Kesehatan, dan mereka pun menjalani karantina selama 14 hari. Namun tidak ada satupun dari mereka yang menunjukkan gejala virus itu.

Read More
eye21 20 January 2021 0 Comments

Cara Menghadapi Suami Yang Selingkuh

Menghadapi suami yang selingkuh memang tidaklah mudah. Bagi kamu yang tengah bingung dalam situasi seperti ini, cobalah untuk menenangkan diri dulu. Dimanapun pastinya tak seorang wanitapun yang rela pasangannya membagi hati. Namun faktanya, perselingkuhan kerap menjadi masalah dalam pernikahan. Jika kamu tengah menghadapi suami yang selingkuh, ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan.

Memilih bertahan ataupun berpisah menjadi hak penuh seorang istri yang dikhianati. Jika kamu mampu bersabar sembari mendoakan suami agar bisa kembali setia, maka bertahan bisa menjadi pilihan. Namun demikian, kamu perlu mempertimbangan berbagai faktor sebelum membuat keputusan. Ketika selingkuh atau sifat tidak setia tersebut merupakan sebuah karakter, rasanya akan sangat sulit untuk diubah.

Misalnya, ketika suami ketahuan selingkuh sejak tahun-tahun awal pernikahan bahkan hingga beberapa kali, maka ada kemungkinan bahwa dia memang tipikal pasangan yang sulit mempertahankan komitmen. Lebih jauh lagi, masalah perselingkuhan memang tak mudah diurai, tetapi bukan hal yang tidak mungkin. Akan tetapi, jangan menghabiskan energi dengan berkutat seorang diri pada masalah perselingkuhan suami.

Salah satu langkah terbaik yang bisa kamu lakukan adalah dengan menemui seorang konselor atau konsultan pernikahan. Tujuannya adalah untuk memperoleh sudut pandang yang lebih luas berkaitan dengan kondisi yang tengah kamu hadapi. Dengan begitu, apapun sikap yang diambil nantinya telah melalui pemikiran yang matang.

Read More
eye21 19 January 2021 0 Comments

Hal Baru Yang Dialami Pasangan Muda Di Tahun Pertama

Diawal-awal pernikahan, semua pasangan muda pasti akan mengalami hal-hal baru yang dijumpai bersama pasangan. Karena sudah saling keterbukaan, maka sesama pasangan sudah merasa tidak canggung lagi dan tidak menutup-nutupi akan sesuatu hal. Nah apa saja hal baru yang dialami pasangan muda di tahun pertama pernikahan, berikut ulasannya.

1. Bersemangat Dengan Status Baru

Kamu sudah menyadari bahwa sekarang bukan lagi berstatus jomblo, namun sudah menjadi suami atau istri. Perasaan senang untuk mengenalkan pasangan kamu ke teman-teman dan keluarga tidak terkira rasanya. Setiap kumpul keluarga tidak akan ditanya lagi kapan menikah dan kamu tidak merasa iri lagi dengan mereka yang menggandeng pasangannya.

2. Menemukan Kebiasaan Baru

Menikah berarti menemukan hal-hal baru yang sebelumnya tak diketahui semasa pacaran. Terkadang mengejutkan, kadang pula menggelikan, namun menjadi suatu hal yang unik yang belum pernah dijumpai semasa pacaran.

3. Membicarakan Tentang Anak

Lagi semangat-semangatnya dengan status sebagai pengantin baru, tentu tak lepas dengan keinginan untuk memiliki anak. Tak butuh waktu lami, suatu saat pasti pembicaraan ini akan kamu alami.

4. Pertengkaran Pertama Dengan Pasangan

Pertengkaran pertama kalian bisa jadi terasa menakutkan. Kamu mulai mencemaskan kelangsungan pernikahan kalian, takut bahwa pertengkaran tersebut bisa menghancurkan pernikahan yang baru seumur jagung. Pertamakali memang membuat ngeri, tapi proses berbaikan akan terasa sangat manis dan romantis.

5. Mulai Mengabaikan Omongan Orang Lain

Sedang mengecap manisnya pernikahan, tapi tetangga atau teman kerja berbisik bahwa menikah itu membosankan. Kamu pasti akan mulai mengabaikan ucapan mereka. Karena sebenarnya orang yang mengatakan hal seperti itu tidak pernah tahu bagaimana menjalani pernikahan seindah yang kamu alami sekarang.

6. Terkejut Dengan Kebiasaan Pasangan

Melepaskan kebiasaan selama bertahun-tahun sebagai jomblo kadang tidak mudah. Kamu bisa jadi terbangun di pagi hari dan terkejut melihat pasangan yang tidur di sebelah kamu.

7. Merasa Sudah Tua

Menikah adalah salah satu proses pendewasaan seseorang. Maka tak heran jika kamu merasa lebih tua dari sebelumnya karena sekarang sudah menikah. Rasanya baru kemarin kamu masih bersenang-senang bersama teman dengan status lajang, kini kamu  memiliki keluarga sendiri yang harus dipikirkan.

8. Memiliki Rutinitas Baru

Menikah artinya memiliki rutinitas baru yang akan kamu jalani bersama pasangan. Sarapan bersama, makan malam bersama, tidur bersama, dan begitu seterusnya setiap hari. Rutinitas adalah salah satu yang hal yang baik dalam pernikahan, memang butuh waktu untuk menyesuaikan rutinitas kalian agar bisa sejalan. Namun semuanya akan terasa sepadan saat kalian merasakan indahnya menjalani rutinitas bersama pasangan.

9. Uang Menjadi Masalah

Menikah berarti menjadikan masalah finansial sebagai hal yang diputuskan bersama. Uang hasil kerja bukan lagi milik sendiri, tapi milik bersama. Mengatur budget pengeluaran rumah tangga, dan menghitung pemasukan setiap bulan bisa jadi akan membuat pusing kepala. Namun hal ini juga akan membuat kamu lebih dewasa, dan lebih bijak dalam mengatur keuangan. Karena kini kamu tidak lagi sendiri, ada keluarga yang harus dipikirkan.

10. Merasa Jengkel Dengan Mertua atau Saudara Ipar

Menikah tidak hanya harus menyesuaikan diri dengan pasangan, tapi juga mertua dan saudara ipar. Saat acara kumpul keluarga seringkali harus menghadapi kebiasaan unik mertua atau keluarga ipar yang jauh berbeda dengan kamu. Takut salah bicara, khawatir salah berperilaku di depan mereka sering membuat resah. Namun tak jarang kelakuan ipar yang tidak tahu diri, atau mertua yang terlalu memonopoli membuat kamu kesal dan mengelus dada sendiri.

Nah itulah beberapa hal baru yang dialami pasangan muda di tahun pertama pernikahan. Jika saat ini kamu belum merasakan hal baru tersebut, suatu saat pasti kamu akan mengalaminya di saat sudah berstatus sebagai suami istri.

Read More
eye21 18 January 2021 0 Comments

You cannot copy content of this page

Chat WhatsApp
Call Detective